Belajar Menuju Ke Jalannya

Archive for the 'Buku' Category


Jamaah Tabligh Tidak Memiliki Kartu Keanggotaan

Posted by palembangopensuse on 11th January 2009

Jika seseorang diajak mereka untuk keluar dijalan Allah SWT yang disebut Tasykil dalam istilah mereka, maka cukup mendaftarkan dirinya dengan mencatat nama di Tim Tasykil yang mereka tunjuk. Kemudian orang itu akan dimasukkan ke jamaah yang sudah dibentuk sekitar 10 orang atau lebih (jamaah minimal berjumlah 3-4 orang). Didalam jamaah ada orang yang sudah lama aktif dalam Tabligh, ada orang baru, ada ustadz, bahkan terkadang ada Hapidz Al Qur’an. Tidak ad kartu anggota yang diberikan kepada jamaah, sehingga tidak seperti organisasi yang memiliki kartu keanggotaan. Pernah ada seorang yang ikut dengan mereka namun disebabkan kekecewaan oknum didalam Tabligh (mungkin soal muamalah, atau muasyaroh) maka orang itu katakan “saya akan keluar dari Jamaah Tabligh” . Maka mereka katakan “Bagaimana anda akan keluar dari tabligh sedangkan anda tak pernah masuk tabligh, sebab di tabligh tak ada keanggotaan”.  Mereka beranggapan bahwa tabligh bukanlah sebuah nama jamaah tetapi tabligh adalah sebuah kerja yang harus dibuat oleh seluruh orang Islam tanpa terkecuali. Bahkan diantaranya berkata “kami di tabligh bukan disuruh untuk masuk tetapi kami disuruh keluar, yakni keluar dijalan Allah SWT.

Posted in Buku, Melepas Kedok Jamaah Tabligh Oleh Abu Muhammad Fahim | 1 Comment »

Asal Usul Nama Jamaah Tabligh

Posted by palembangopensuse on 9th January 2009

Nama Jamaah Tabligh sendiri sampai sekarang tak ada yang tahu dari mana asalnya. Karena orang tak akan temukan plang-plang nama didepan masjid yang menjadi markaz mereka sebagaimana layaknya organisasi atau kelompok seperti secretariat ….. (maaf saya sensor ya karena ada nama2 organisasi islam laen), tak ada kop surat yang bersimpul “Tabligh”,kaos, spanduk, selebaran, yang memprogandakan kelompok misalnya bentuk partai. Dan yang menarik mereka tak menarik dana dari manapun, tak ada rekening bank yang mewakili mereka untuk di transfer sebagai dana perjuangan seperti harokah lain. Kenyataan yang aneh mereka bias pergi melanglang buana ke seluruh dunia tanpa terkecuali, orang kaya, orang miskin, petani, pejabat, tukang somay, dan lain-lain. Seorang yang awam dari mereka jika ditanya tentang dari mana ia dapatkan dana? Mereka selalu katakana dari Allah SWT…..! sumber dana mereka berasal dari kantong-kantong mereka sendiri karena mereka membuat tertib “berjuang dijalan Allah SWT dengan harta dan diri sendiri”. Sedangkan nama Jamaah dinamakan oleh orang-orang yang tak simpati kepada gerakan mereka, ada yang menamakan JT (di Jakarta) tetapi kalau di Palu namanya “Musafir”, di India dan Pakistan orang cukup katakan “Jamaah” langsung paham kalau itu mereka. Ada juga yang katakana Jamaah Jenggot, Jamaah Sarung, Jamaah Kompor, Jamaah Sendalan, bahkan yang ekstrim mereka katakana Jamaah pengangguran karena selalu berada di Masjid. Tetapi orang-orang yang menjadi penanggung jawab jika ditanya tentang jamaah mereka, mereka akan cerita tentang Syaikh besar mereka yakni Syaikh Maulana Ilyas ra. Yang pernah mengatakan : “Jika saya disuruh namakan Jamaah yang saya buat ini akan saya namakan Jamaah Pergerakan Iman, tetapi kita tak boleh menambah nama dalam Islam dengan nama. Salah seorang ulama mereka Syaikh Maulana Jamil didalam ceramahnya mengatakan : “Jangan mengatakan kita orang Tabligh karena perkataan itu memecah belah umat islam”.

Posted in Buku, Melepas Kedok Jamaah Tabligh Oleh Abu Muhammad Fahim | No Comments »

Misteri Jamaah Tabligh

Posted by palembangopensuse on 9th January 2009

Tiba-tiba saja dunia heboh ketika menyaksikan dijalan-jalan, dikantor-kantor, tempat perbelanjaan, dipasar terlihat laki-laki berjenggot dan memakai gamis, celana diatas mata kaki berjalan dengan bebasnya, tak terkesan suasana dan keadaan.

Adat memakai kopiah bagi laki-laki dan bercadar bagi wanita mulai hidup ditengah-tengah masyarakat dan terasa tak tabu lagi. Ada apa gerangan?….Pemandangan kontras terjadi disekitar Masjid Jami’ Kebon Jeruk yang menjadi pusat kegiatan seluruh Indonesia. Bagi satu jemaah yang dinamakan oleh kebanyakan orang yakni Jamaah Tabligh.

Ditengah hingar bingarnya kota Jakarta dengan kehidupan malam yang berbau sex, dan kriminal (obat-obatan, minuman, dan lain-lain), ada kumpulan orang yang terlihat bergamis sopan, selalu tundukkan pandangan bahkan tak memandang sedikitpun kepada wanita-wanita yang lalu lalang dengan pakaian seronok.

Pemuda-pemuda yag biasa menghabiskan masanya dengan hura-hura terlihat begitu antusias dalam mengamalkan agama, orang kaya dengan mobil mewah terlihat tawadu’ tak menampakkan kekayaannya, padahal konon menurut mereka terkadang yang hadir dalam pertemuan mereka dimalam jum’at  ada pejabat pemerintah yang biasanya gila hormat, keluarga pejabat, dan sebagainya ( ada mantan menteri, keluarga menteri, tentara, polisi, artis, dan lain-lain)  namun tak terlihat perbedaan diantara mereka. Masya Allah !…..

Posted in Buku, Melepas Kedok Jamaah Tabligh Oleh Abu Muhammad Fahim | No Comments »

Kata Pengantar

Posted by palembangopensuse on 9th January 2009

Sebagai seorang pengamat harokah di Indonesia, saya tertarik dengan ucapan pimpinan Jamaah Tabligh (Istilah yang penulis pakai buat orang yang kerja Da’wah di Masjid Jami’ Kebon Jeruk) di Indonesia, ketika seorang ustadz kritik Jamaah Tabligh. Beliau(almarhum) katakan : Jangankan kerja Tabligh, “Kentut Tabligh” saja anda tak paham.

Setelah saya amati program yang diadakan yakni Khuruj Fi Sabilillah ternyata kerja Tabligh yang mereka buat seperti khazanah lautan yang tak habis jika digali.

Orang menyangka bahwa karang adalah lautan, air adalah lautan, ada yang mengatakan juga ikan, rumput laut, pasir dan sebagainya. Padahal lautan adalah kumpulan dari itu semua secara menyeluruh.

Kebanyakan pencemooh Jamaah Tabligh hanya melihat sebagian dari kerja Jamaah, sehingga terlihat kekurangan disana sini seperti anggapan mereka tentang bodohnya ahli jamaah dalam hal Masail, hukum Islam, dan sebagainya.

Kalaulah kita mau melek sedikit, membuka hati, dan mau menerima kekurangan mereka, maka dibalik itu ada suatu kekuatan yang akan menjadi harapan bagi kejayaan umat Islam.

Mereka tampil dipermukaan, berjalan ditengah manusia dengan segala kekurangan, tetapi hati mereka tawajjuh kepada Allah SWT, sehingga Allah tampakkan bantuan-Nya keatas mereka.

Banyak negeri yang sudah didirikan Markaz Da’wah mereka, tak ada sesuatu kekuatanpun yang bisa membendung mereka laksana air bah.

Islamisasi disegala bidang tak terlihat tetapi dapat dirasakan oleh ummat. Mereka tak suka expose di media masa, hasil kerja mereka hanya untuk menyenangkan Allah SWT dan RasulNya.

Dalam buku ini saya mencoba melepas sedikit tirai/kedok mereka yang masih tersembunyi dimata orang awam, agar mereka objektif menilai kelebihan dan kekurangan Jamaah Tabligh, dan tidak mendengar dari satu pihak yang memiliki hasad terhadap hasil kerja mereka.

Walaupun saya menyadari tak dapat menjelaskan itu semua secara gamblang karena perlu keseriusan dalam hal ini juga penyertaan diri dalam program khuruj fi sabilillah bersama mereka, namun semoga saja sedikit apa yang saya ketahui ini dapat menjadi jembatan persatuan ummat agar tidak saling mencaci dan mencari-cari kesalahan saudara muslim, sehingga hari demi hari kita sibuk memikirkan bekal kita utuk berjumpa dengan Allah SWt.

Dan akhirnya sayapun akui bahwa “Kentut Tabligh” saja saya tak tahu.

Catatan : Dalam buku ini saya gunakan nama Jamaah Tabligh untuk menyebut orang-orang ahli dakwah karena hal ini sudah masyur di kalangan dakwah.

Posted in Buku, Melepas Kedok Jamaah Tabligh Oleh Abu Muhammad Fahim | 3 Comments »